Jumat, 03 Februari 2012

25 Relawan Bencana PCNU ikuti Pelatihan di Malang

Lumajang : Sebanyak 25 orang Relawan Bencana PCNU Lumajang tadi pagi telah siap dan berangkat bersama mengikuti Pelatihan Rencana Kontijensi dan Tanggap Darurat di Taman Wisata Selorejo Ngantang Kabupaten Malang.

Pelatihan yang difasilitasi dan didukung Australian AID dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PP LPBI NU) ini rencananya akan dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 24-28 Januari 2012.

Chairul Anam, salah satu Anggota Tim Advokasi Kelembagaan Bencana (AKB) PCNU Lumajang yang sekaligus Koordinator Relawan mengatakan "Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Pelatihan Pengurangan Resiko Bencana yang dilaksanakan pada bulan Nopember 2012 lalu di Senduro Lumajang”.

“Kami berkomitmen untuk konsen dalam hal kebencanaan, pelatihan ini juga dalam rangka meningkatkan kapasitas dan SDM Relawan Bencana NU dalam persiapan pra bencana. Bukannya kita berharap datangnya bencana, tetapi langkah-langkah pencegahan juga penting disiapkan dari dini”, tegasnya.

Minggu, 15 Januari 2012

RELAWAN BENCANA PCNU LUMAJANG LAKSANAKAN PRAKTEK LAPANGAN

LUMAJANG ; Minggu 15/01/2012, Relawan Bencana PC NU Lumajang melaksanakan praktek lapangan untuk memetakan daerah rawan bencana di Kabupaten Lumajang. Praktek tersebut mengambil tempat di Dusun Jonggrang Desa Tamanayu Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang.

Praktek lapangan ini sebagai tindak lanjut dari kegiatan Pelatihan Pengurangan Resiko Bencana dan Participatory Disaster Risk Assessment (PDRA) 18-22 Nopember 2011 lalu di Senduro. Sebagai upaya peningkatan pemahaman dan partisipasi relawan dalam upaya mengurangi resiko bencana.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang relawan bencana PCNU Lumajang yang dibagi dalam dua kelompok. Masing-masing kelompok memiliki tugas dan peran sendiri-sendiri ketika praktek lapangan tersebut.

Diawali dari berangkat bersama dari Kantor NU Lumajang, semua anggota relawan berangkat beriringan dengan menggunakan sepeda motor menuju tempat transit di rumah Ali Ridho mantan Anggota DPRD Lumajang 2005-2009. Hal ini menunjukkan komitmen dan semangat para anggota relawan dalam berpartisipasi aktif membantu pemerintah dan masyarakat dalam upaya pengurangan resiko bencana.

Chairul Anam, SH koordinator relawan menyampaikan bahwa maksud dilaksanakannya kegiatan ini adalah yang pertama sebagai tindak lanjut dari pelatihan itu sendiri, kedua untuk meningkatkan sumberdaya relawan dan yang ketiga tentunya praktek langsung dalam upaya pemetaan daerah rawan bencana, baik untuk melihat kembali sumberdaya dan ancaman yang ada, serta menilai kembali kapasitas dan kerentanan desa tersebut.

“Ini praktek langsung, kita ambil sampel Dusun Jonggrang Desa Tamanayu, dan kita lihat sejaumana sumberdaya alam, lingkungan dan manusia yang ada serta kerentanan-kerentanan di dusun ini”, tegasnya.
Hasil kegiatan ini akan didiskusikan dan dirumuskan oleh anggota relawan bencana PCNU Lumajang sebagai data dan perbandingan referensi pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi ancaman bahaya.

AKB NU SILATURAHIM DENGAN DPRD DAN BPBD





LUMAJANG : Menindaklanjuti hasil survey pendapat umum lima Kecamatan di Kabupaten Lumajang, antara lain Yosowilangun, Rowokangkung, Candipuro, Pronojiwo dan Tempursari. Serta hasil Lokakarya penilaian kebutuhan masyarakat akan peraturan daerah tentang penanggulangan bencana, Tim Advokasi Kelembagaan Bencana Nahdlatul Ulama Kabupaten Lumajang (AKB NU) melakukan silaturrahim dan wawancana dengan pemerintah, baik Legislatif maupun Eksekutif.
 
AKB NU Lumajang beserta PCNU Lumajang, Pimpinan Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU dari Jakarta dan Perwakilan AIFDR yang diwakili oleh Henry salah satu staff kedutaan Australia yang ada di Indonesia. Di terima oleh Wakil Ketua DPRD Achmad Jauhari, Ketua Komisi A, Sugiantoko, Ketua Badan Legislasi Hartono dan beberapa Anggota DPRD lainnya.
 
Dalam pertemuan dengan DPRD, Rombongan NU menanyakan sejauhmana proses atau tahapan yang sudah berjalan di DPRD terkait Penanggulangan Bencana, Baik regulasi-regulasi maupun keberadaan BPDB. Jauhari dan Hartono memberikan gambaran yang sama terkait pekembangan tersebut.
 
“Pada Juli 2011 lalu, Perda Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) BPBD telah disahkan dan telah dibentuk BPBD, sedangkan untuk Usulan Perda Penanggulangan Bencana yang mengatur secara luas pada tahap pra, saat dan pasca bencana itu sendiri masih akan dimasukkan dalam prolegda 2012 ini dengan memanfaatkan hak inisiatif DPRD untuk membuat Perda”, ungkap Jauhari.
 
“Sebagaimana apa yang diharapkan masyarakat melaui NU pada saat lokakarya kebutuhan masyarakat tersebut, kami menyambut baik dan membicarakannya di banleg dan komisi A, mudah-mudahan bisa selesai pada tahun 2012 ini” tambah Hartono.
 
Sementara itu, Amin Shobari staf LPBINU di Lumajang, menyampaikan harapan masyarakat yang disampaikan melalui PCNU Lumajang ini, agar setelah disahkannya Perda SOTK BPBD dan Pembentukan BPBD, bisa segera dibuat Perda Penanggulangan Bencana. Perda tersebut dapat mengatur peran pemerintah, masyarakat dan pengusaha dalam peranannya akan tahapan pra, saat dan pasca bencana, serta dapat menjadi dasar pemerintah untuk menganggarkan dana on call yang hanya digunakan ketika terjadi bencana.
“Ini kan sangat bermanfaat dan untuk kepentingan masyarakat lumajang sendiri” harapannya.
 
Dilain tempat, AKB NU juga diterima oleh Kepala Pelaksana BPBD, Rochani dan Kepala Bagian Hukum Mansur Hasan. Rochani menyambut baik kedatangan dan permintaan kerjasama AKB NU dengan BPBD.
 
“Kami tunggu apa yang menjadi program AKB NU yang bisa dijadikan kerjasama dengan BPBD sehingga persoalan penanganan kebencanaan itu sendiri bisa lebih baik di kabupaten Lumajang.” Ungkap Rochani.

KKN STAIS WONOREJO ; ADAKAN PELATIHAN PERAWATAN JENAZAH

 
LUMAJANG : Tepat hari Ahad, 08 Januari 2012 kemarin, Mahasiswa STAI Syarifuddin Wonorejo Lumajang mengadakan kegiatan Pelatihan Perawatan Jenazah. Kegiatan yang bertempat di Balai Desa Kaliboto Kidul Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang ini dilaksanakan dalam rangka Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa STAI Syarifuddin Wonorejo.

Program ini merupakan salah satu kegiatan non fisik yang menjadi salah satu agenda unggulan selain program pembelajaran diniyah maupun TPQ yang menjadi agenda rutin pada KKN tahun ini, ungkap M. Nasikhul Amin Koordinator KKN yang juga Pengurus Cabang IPNU Lumajang. Adapun tujuan dipilih kegiatan ini adalah untuk memberikan pembinaan dan pemahaman secara utuh kepada masyarakat tentang tata cara perawatan jenazah yang benar sesuai dengan ajaran islam ala ahlus sunnah wal jamaah sebagaimana yang banyak dianut oleh masyarakat sekitar, lanjutnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Nasiruddin Kepala Desa Kaliboto Kidul, Satuyar Mufid, MA Dosen Pembimbing, Kusnan Thoif Pengurus Jamqur Kecamatan dan para tokoh masyarakat setempat. Tak kurang dari 80 orang masyarakat maupun perangkat desa yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. Mereka kebanyakan berasal dari desa Kaliboto Kidul, meski ada dari desa sekitar yang tertarik untuk ikut.

Satuyar mengatakan, bahwa pada tahun ini, Pihak STAI Syarifuddin menyelenggarakan KKN pada 4 desa, antara lain desa Sukosari, Jatiroto, Rojopolo dan disini (Kaliboto Kidul, Red) dengan total kurang lebih 108 mahasiswa. Kami merasa bahagia dan bangga bahwa mahasiswa kami bisa mengamalkan ilmunya kepada warga masyarakat, yang mana dampak dari pelatihan ini sangatlah besar sekali bagi masyarakat, ungkapnya.

Adapun Nasiruddin menyampaikan keprihatinannya selaku pemerintah desa kaliboto kidul akan minimnya pengetahuan masyarakatnya akan perawatan jenazah yang benar. Untuk itu dia menyambut baik dan berterima kasih kepada mahasiswa KKN karena dengan diadakannya kegiatan ini, masyarakat desa akan lebih faham akan perawatan jenazah yang benar. Hal ini juga sejalan dengan keinginan pemerintah desa kami yang belum terlaksana, tuturnya.

68 SISWA IKUTI MAKESTA IPNU-IPPNU


Lumajang (21/12/2011) : Ditengah selesainya proses belajar mengajar siswa dan menunggu liburan sekolah, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lumajang mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) pada tanggal 21-22 Desember 2011. Acara ini diikuti oleh 68 siswa-siswi dari berbagai sekolah di kecamatan Tekung dan sekitarnya.
Antara lain, MA-MTs Darul Falah Karangbendo, SMKN Tekung, MA-MTs Kholafiyah Tekung, MA-MTs Walisongo Tekung, MTs Nurul Ittihad Tekung dan SMA Al Ikhlas Al Muhdlor Yosowilangun.
Kegiatan yang dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Darul Falah Karangbendo Tekung Lumajang ini dihadiri oleh beberapa tokok masyarakat. Diantaranya M. Najib Wakil Ketua PCNU Lumajang, Kyai Imam Hambali Ketua Yayasan sekaligus Ketua Takmir Masjid Darul Falah, M. Faizin Koordinator Kecamatan Maarif NU Tekung dan beberapa Alumni IPNU dan IPPNU lainnya yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Acara ini diberi nama “Makesta Istimewa”, karena sebenarnya kegiatan ini bukan menjadi bidang garap Pimpinan Cabang, namun ini menjadi tugas Pimpinan Anak Cabang, kata Imron Baidhowi ketua PC IPNU Lumajang dalam sambutannya. Selain itu, tujuan yang lebih utama pelatihan ini adalah dalam rangka merekrut anggota baru dan mengembalikan eksistesi IPNU dan IPPNU dalam meningkatkan sumberdaya pelajar serta dalam upaya memotivasi struktur IPNU dan IPPNU disemua tingkatan yang telah lama vakum, lanjutnya.
Kyai hambali menyampaikan, ditengah padatnya pelatihan ini, saya berharap para panitia dan peserta untuk tetap menjaga sholat jama’ah lima waktu. Karena itulah yang menjadi ruh IPNU dan IPPNU dalam pengabdiaannya.
Sedangkan M. Najib dalam sambutannya mengatakan, bahwa tempat yang paling “aman” saat ini untuk berkumpul dan membina pelajar adalah di IPNU dan IPPNU. Hal ini dikarenakan, sebagai organisai pelajar IPNU dan IPPNU telah lama mempunyai pengalaman dalam mengabdikan dirinya untuk kepentingan pelajar. Apalagi melihat perkembangan zaman saat ini mengakibatkan banyaknya ancaman bagi para pelajar, utamanya dalam hal pergaulan. Pelajar hari ini banyak terjerumus pada pergaulan bebas, narkoba dan lain sebagainya. Oleh karena itu disinilah IPNU dan IPPNU mempunyai peran yang mulia dalam mendidik, mendampingi para pelajar untuk mengembangkan diri dan keilmuan pelajar tersebut, lanjutnya.
Diakhir sambutannya, N. Najib sedikit menyanyikan Hymne Pelajar NU yang disambut gemuruh tepuk tangan seluruh pengurus, alumni IPNU dan IPPNU serta para peserta makesta ini. Karena hal ini mengingatkan saat-saat perjuangan dulu, ungkap Baikhuni yang salah satu alumni IPNU tahun 1990-an.